Perjalanan ROCKET ROCKERS

The Story So far…

1998 (Soeharto lengser, sebuah band pop punk lahir di Bandung)

Immorality President adalah band yang terbentuk menjadi cikal bakal Rocket Rockers. Firman (vocal/guitar), Aska (vocal/guitar), Bisma (bass), Doni (drums) adalah formasi awal Immorality President saat itu.

1999 (and the name is ROCKET ROCKERS!)

Firman (vocal/guitar) keluar dari Immorality President karena satu dan lain hal. Akhirnya mereka merkrut Al a.k.a Ucay untuk gabung di Immorality President. Namun nama band itu tidak berlangsung lama, sampai akhirnya Ucay mengusulkan nama Rocket Rockers sebagai penggantinya. Panggung pertama Rocket Rockers adalah di acara 17 Agustusan di lapangan komplek dekat Bisma tinggal. Rocket Rockers tampil di depan bapa-bapa, ibu-ibu dan warga sekitar yang duduk resmi namun Rocket Rockers tetap tampil ugal-ugalan dengan membawakan lagu-lagu berlirik tidak senonoh.

2000 (1st Compilation)

Untuk pertamakalinya Rocket Rockers masuk dalamsebuah kompilasi dari bonus CD majalah Fallen Angel bersama Poison The Well, Strung Out, Not Available, Step Forward dll. Di tahun 2000 ini, Rocket Rockers mulai sering main di pensi-pensi SMA dan acara-acara kolektif.

2001 (Punk Rock Show and Skateboarding events)

Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka konser Skin Of Tears (band punk asal Jerman) di teater terbuka Dago Tea House bersama Kuro!, Stadium 12 dan No Label. Di tahun yang sama pula Rocket Rockers medapat kontrak endorsement dengan Volcom dan Electric Sun Glasses. Sampai akhirnya Rocket Rockers kerapkali main di event skateboarding.

2002 (1st Album….BOOM!)

Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka di konser Last Show Ever-nya Puppen (band hardcore legendaries asal Bandung). Di tahun yang sama juga Rocket Rockers mengeluarkan album perdana-nya “Soundtrack For Your Life” di bawah naungan OffTheRecords. Album tersebutmencapai penjualan 15.000 copies lebih. Sampai suatu saat, single lagu “Finishkan” menjadi No.1 beberapa minggu di chart indie Radio Prambors.Berbagai media massa cetakpun memprediksikan Rocket Rockers menjadi “The Next Big Thing” (Hard Act To Follow Next Year) bersama Superman Is Dead, The White Stripes, The Hives dan The Vines –Majalah HAI No.45 11 Nov 2002-. Juga beberapa media massa seperti Boardriders, Ripple Magazine, Pause Magazine, Gadis, Kawanku, Pikiran Rakyat, dll mulai banyak mengulas Rocket Rockers. Untuk video clip, Rocket Rockers memilih single “Tergila” garapan Cerrahati dan sudah tayang di MTV. Pensi-pensi sampai acara independent-pun banyak mengundang Rocket Rockers untuk menjadi bagian dari acara. Sampai akhirnya gaung Rocket Rockers mulai merambah ke luar kota dan pulau. Sebutlah Jakarta, Bekasi, Subang, Pandeglang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, sudah dilalui dan undangan dari Medan, Bali, Balikpapan, Ujung Pandang, Singapore, Malaysia terus meramaikan e-mail dan guestbook. Melihat demand yang semakin membesar terhadap Rocket Rockers, membuat mereka harus menjalankan band dengan professional.

2003 (Menembus layar lebar)

Di tahun ini juga Rocket Rockers sempat menjadi cameo dan pengisi scoring di film “Cinta 24 Karat” karya Richard Buntario. Di tahun yang sama, Doni (drummer) keluar dari Rocket Rockers dan digantikan oleh Ozom.

2004 (Major Label, Kontroversi & Struggle)

Di awal tahun ini Rocket Rockers di kontrak oleh Sony Music dan melahirkan album ke 2 “Ras Bebas” di tahun 2004. Album tersebut laris 20.000 copies dibulan pertama edar. Rocket Rockers di tahun 2004 telah membuat 3 video klip yang tayang di MTV, diataranya: “Bangkit”, “K.L.A.S.S.I.X” dan “Pesta”. Seperti biasa band indie yang memiliki grass root kuat lalu masuk major label akan menemui kontra-kontra dari core fans. Testimonial di website pun cukup memanas. Dan suatu saat ketika Rocket Rockers interview di sebuah radio di Makassar dan menyebutkan bahwa Rocket Rockers masuk Sony Music, keesokan harinya aksi panggung Rocket Rockers di sebuah pensi dihujani oleh ludah yang bertubi-tubi dari penonton. Penontonm terus meludahi dari lagu pertama sampai terakhir, namun Rocket Rockers tetap tegar main sampai lagu terakhir walaupun Ucay (vokal) badan dan muka-nya sudah dipenuhi oleh ludah. Seiring waktu dan kedewasaan scene, wacana indie-major mulai memudar, panggung Rocket Rockers pun berangsur aman di berbagai kota.

2006 (Masuk dalam film sejarah punk sedunia: PUNK’S NOT DEAD)

Rocket Rockers tahun ini berhasil membuat sejarah baru sebagai satu-satunya band Indonesia yang masuk ke dalam sebuah film dokumenter punk se-dunia “PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE: A Revolution 30 Years In the Making”. Film yang disutradarai oleh Susan Dynner tersebut menelusuri perkembangan dan eksistensi punk rockn selama 30 tahun. Susan Dynner dalam film tersebut mencoba untuk menggambarkann betapa besarnya kultur punk di dunia. Ide awalnya ketika Susan menonton sebuah acara reuni akbar band-band punk tua sampai yang muda dengan sponsor LEVI’S. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE. Film tersebut menuai pujian dari festival seperti The Copenhagen International Documentary Film Festival, Melbourne International Film Festival, Buenos Aires Film Festival, San Francisco International Film Fastival hingga Cannes Film Festival. Band-band dan artis yang terlibat didalamnya: NOFX, Sex Pistols, Minor Threat, Black Flag, The Ramones, Dead Kennedys, Rancid, Greenday hingga band-band masa kini seperti My Chemical Romance, The Used, Thrice, SUM 41, Good Charlotte, Story Of The Year, dll. Juga interview beberapa tokoh penting punk lainnya. Rocket Rockers menjadi bagian dari rentetan band tersebut, adalah sesuatu yang sangat membanggakan.

Di pertengahan 2006 Rocket Rockers masuk studio lagi untuk merampungkan album ke 3 “Better Season”. Tanpa di duga selesai rekaman, di akhir tahun 2006, 13 lagu Rocket Rockers menyebar hand to hand, hardisk to hardisk diluar kuasa Rocket Rockers. Lagu yang menyebar masih hasil mixing dan belum di mastering. Entah siapa yang menyebarkannya. Alhasil, materi lagu Rocket Rockers sudah menyebar ke pelosok nusantara. Hal tersebut terbukti saat manggung di berbagai daerah, semua sudah sing along. Request di internetpun membludak.

2007 (Resign from Sony/BMG)

Rocket Rockers di tahun ini mendapat endorsement dari produk sepatu yang dikelola olehTom Delonge (Blink182/Angel And Airwaves). Disamping itu, setelah menjalinkerjasama dengan Sony Music (yang sekarang menjadi Sony-BMG) selama kuranglebih 3 tahun, Rocket Rockers akhirnya putus kontrak dengan Sony-BMGdikarenakan sudah tidak adalagi kerjasama yang bisa menguntungkan. AkhirnyaRocket Rockers membuat label sendiri yang diberi nama Reach & Rich Records.

2008 (…..a Better Season)

* Di awal tahun 2008, Rocket Rockers berhasil menjadi salah satu band pembuka konser MXPX di Basket Hall A Senayan Jakarta bersama Superman Is Dead dan Fornufan.

* Rocket Rockers terpilih sebagai satu-satunya band rock Indonesia yang memiliki fans paling banyak di friendster yang mencapai 50.000 fans lebih dan alhasil Rocket Rockers di undang ke gathering Friendster oleh David Jones (founder of Friendster) di Grand Indonesia bersama RAN, Ten 2 Five dll.

* Setelah hampir 2 tahun materi album ke 3 yang bocor, lagu yang berjudul “Ingin Hilang Ingatan” menjadi top request di friendster dan radio-radio, bahkan di tv lokal sebelum waktunya keluar.

* Juni 2008, single dari album ke 3 “Better Season” dilepas ke radio-radio dan langsung meduduki posisi 1 di Radio Ardan Bandung dan menjadi top reques di lagu-lagu lainnya. Video clip yang digarap untuk album “Better Season” adalah “Terobsesi” yang dibuat oleh M.Irsan dari:Grafitasi (yang juga kameramen dari Rocket Rockers). Konsep video clipnya adalah lebih ke reality show yang menampilkan artis-artis, musisi dan teman-teman yang memberi testimonia untuk Rocket Rockers. Musisi dan artis yang ikut andil adalah: Ian Antono, Aura Kasih, Ronal Disko, Sogi, Ence, Masayu Anastasia, Melanie Soebono. Piyu Padi, Tri Utami, Purwacaraka, Tria Changcutters, Bayu O.B, Ajeng “Be a man”, Ocha “Weekend Seru” dan beberapa teman juga alien.

* Di tahun 2008 ini juga Rocket Rockers menjadi cover depan majalah RIPPLE, MOSH MAGAZINE, GREY MAGAZINE.

* Akhir juli Rocket Rockers akhirnya mengeluarkan album ke 3-nya yang sudah lama tertunda di bawah naungan label sendiri: Reach & Rich Records. Penjualan awal masih menerapkan direct selling di setiap panggung Rocket Rockers. Bahkan dibeberapa kesempatan, personel Rocket Rockers melakukan penjualan hand to hand yang lumayan mendapat apresiasi bagus. Setelah program direct selling, rencananya penjualan album “Better Season” akan bekerja sama dengan clothing lokal yang membuatkan T-shirt Rocket Rockers untuk dijual bersama CD ke seluruh nusantara.

* Video Clip “Terobsesi” dari album Better Season sudah tayang di MTV.

* Single ke-2 “Ingin Hilang Ingatan” untuk pertama kalinya masuk, dalam jangka waktu beberapa minggu langsung menduduki posisi chart nomer 1 di Ardan Top Request Chart menggeser posisi lagu “Laskar Pelangi” dari Nidji dan band-band dan penyanyi-penyanyi kelas Nasional Indonesia.

* Di tahun 2008 ini, walaupun merilis albumnya dengan records sendiri, Rocket Rockers berhasil mendapat panggung di layar kaca tv local dan nasional. Sebut saja “Dahsyat” RCTI, “Klik” dan “Planet Remaja” ANTV, “On The Spot” Trans7 dan beberapa acara tv lokal.

Bersambung . . .. .


Iklan

Perkembangan Ilmu Antropologi

Dalam perkembangan ilmu antropologi melewati beberapa fase perkembangan, perkembangan ilmu tersebut antara lain :
a. Fase yang pertama (Sebelum 1800)
Suku-suku bangsa penduduk pribumi Afrika, Asia, dan Amerika mulai didatangi oleh orang Eropa Barat sejak Abad ke-15 dan permulaan abad ke-16, dan lama-lama pengaruh dari negara-negara Eropa Barat tersebut mempengaruhi berbagai daerah di muka bumi. Seiring dengan perkembangannya mulai terkumpul suatu himpunan buku tentang suku-bangsa di Afrika, Asia, Oseania, dan suku bangsa Indian penduduk pribumi Amerika. Bahan pengetahuan tadi disebut etnografi. Kemudian dalam pandangan orang Eropa timbul tiga macam sikap yang bertentangan dengan bangsa-bangsa di Afrika, Asia, Oseania, dan orang-orang Indian di Amerika, yaitu :
1. Sebagian orang Eropa memandang bangsa-bangsa tersebut manusia liar, turunan iblis dan sebagainya. Sehingga menimbulkan istilah savages dan primitive.
2. Sebagian orang Eropa memendang bangsa-bangsa tersebut masyarakat yang masih murni, belum kemasukan kejahatan dan keburukan.
3. Sebagian bangsa Eropa tertarik akan adat-istiadat yang aneh, dan mulai mengumpulkan benda-benda kebudayaan suku tersebut, sehingga timbul museum-museum tentang kebudayaan banngsa-banngsa diluar Eropa.
Pada abad ke-19 perhatian terhadap etnografi dari pihak dunia ilmiah menjadi besar.

b. Fase kedua (kira-kira pertengahan abad ke-19)
Muncul karangan-karangan yang menyusun bahan etnografi yang berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat. Secara singkat masyarakat dan kebudayaan di luar bangsa Eropa berevolusi sangat lambat dalam waktu yang lama dan melaui beberapa tingkatan. Tingkatan yang paling tinggi adalah bentuk-bentuk seperti apa yang ada di Eropa Barat. Sehingga kebudayaan yang ada di luar Eropa disebut primitif. Hal tersebut menjadi tonggak timbulnya ilmu antropologi. Pada fase bekembangan ini pula ilmu antropologi berupa suatu ilmu yang akademikal dengan tujuan mempelajari masyarakat dengan kebudayaan primitif dengan maksud untuk mendapat pengertian tentang tingkatan-tingkatan kuno dalam sejarah evolusi dan sejarah perkembangan kebudayaan manusia.

c. Fase ketiga (permulaan abad ke-20)
Sebagian besar dari negara-negar penjajah di Eropa berhasil mencapai kemantapan kekuasaannya di daerah-daerah di luar Eropa. Maka dari itu ilmu antropologi sebagai suatu ilmu yang justru mempelajari bangsa-bangsa di daerah di luar Eropa menjadi sangat penting. Dalam fase ini ilmu antropologi menjadi suatu ilmu yang praktis, dan tujuannya tujuannya mempelajari mesyarakat dan kebudayaan suku-suku di luar Eropa guna kepentingan pemerintah kolonial dan guna mendapat suatu pengertian tentang masyarakat masakini yang komplex.

d. Fase keempat (sesudah kira-kira 1930)
Dalam fase ini ilmu antropologi mengalami perkembangan yang sangat luas, baik mengenai bertambahnya bahan pengetahuan yang jauh diteliti maupun ketajaman metode-metode ilmiahnya. Ada dua peubahan di dunia, antara lain :
1. Timbulnya antipati terhadap kolonialisme setelah perangdunia kedua.
2. Cepat hilangnya bangsa primitif sekitar tahun 1930 dan memang hampir tidak ada di muka bumi.
Sasaran dari penelitian para ahli antropologi sekitar tahun 1930 sudah tidak lagi hanya suku bangsa primitif yang tinggal di luar benua Eropa saja, melainkan sudah beralih pada manusia di daerah pedesaan pada umumnnya. Tujuan ilmu antropologi yang baru dibagi menjadi dua :
1. Tujuan akademikal, yaitu mencapai pengertiaan tentang makhluk manusia pada umumnya.
2. Tujuan paktis, yaitu mempelajari manusia dalam aneka warna masyarakat suku bangsa guna membangun suku bangsa masyarakat tersebut.

ROCKET ROCKERS

It was all started in 1998. Our strongest line up are: Al Kautsar (vocal), Aska Pratama (guitar/vocal), Bisma Aria Nugraha (bass), Rizky Fadli (guitar), Khrisna a.k.a Ozom (Drums). First was our all time favorites; the 80s new wave acts; The Cure, Alphaville, OMD, Nena, Culture Club, Cyndi Lauper, Duran-Duran, The Police, Joy Division etc. Second were what in our CD player recently; Pulley, Lagwagon, Weezer, Pearl Jam, NOFX, Pennywise, Reggie & The Full Effects, etc. We have 8 compilations and 2 full albums, now were preparing for our 3rd album. Our first album Soundtrack For Your Life was putting out by Off The Records (an independent label from our hometownBandung) which has been sold more than 20.000 copies, and our 2nd album (Ras Bebas) now in major debut with Sony/BMG Indonesia and recently it was sold about 45.000 copies.

Weve been on skatepark tour all year with VOLCOM Indonesia, and play high school/college shows as many as possible. Weve also opened Skin Of Tears show (punk rock from Germany). Anyhow, we are sponsored by the greatest skate/surf companies ever, Volcom and Electric.

Manusia dan Kebudayaan

Kebudayaan adalah hasil cipta dari manusia yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat isti adat, dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan dalam kehidupan manusia sebagai anggota masyarakat yang diwariskan dari nenek moyang ke keturunan berikutnya secara turun-temurun serta tidak akan pernah hilang dan berhenti atau kekal adanya. Kebudayaan memeiliki sifat yang universal, stabil, dan dinamis, sehingga dari sifatnya tersebut kebudayaan akan mengalami perubahan secara kontinu. Adanya suatu kebudayaan dapat dipengaruhi oleh teknologi informasi dan komunikasi yang makin lama makin berkembang, dimana apabila ada orang yang tidak mampu untuk beradaptasi dengan kebudayaan baru terutama kebudayaan asing yang berasal dari negara-negara barat dapat mengakibatkan perilaku yang cenderung kebarat-baratan atau wujud dari adanya westernisasi. Sebagai buktinya dapat kita jumpai sekarang ini remaja-remaja keluar masuk diskotik, keluar masuk tempat hiburan malam, penyalahgunaan narkoba, pelacuran, dan lain-lain. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa akibat dari ketidakmampuan manusia untuk beradaptasi dengan kebudayaan baru terutama kebudayaan asing tersebut adalah akulturasi yang menghasilkan suatu kebudayaan yang bersifat negatif dan dapat merusak jiwa dan mental masyarakat terutama kaum muda yang cenderung belum memiliki keyakinan dan mudah terpengeruh. Unsur pokok dalam kebudayaan adalah peralatan dan perlengkapan hidup manusia, mata pencaharian hidup manusia, sistem kemasyarakatan suatu masyarakat, bahasa yang dipakai untuk berkomunikasi, kesenian yang dimiliki oleh suatu daerah, agama yang dianut oleh masyarakat, dan pengetahuan yang dimiliki manusia. Disamping itu kebudayaan juga memiliki sifat hakikat kebudayaan, sifat hakikat kebudayaan tersebut yakni kebudayaan terwujud lewat perilaku yang dilakukan oleh manusia, kebudayaan telah ada sebelum adanya generasi yang akan diwarisi dan melestarikan kebudayaan dari generasi sebelumnya tersebut serta kebudayaan tersebut tidak akan mati, kebudayaan diperlukan oleh manusia yang telah diwujudkan dalam tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan mencakup aturan tindakan manusia baik yang diterima maupun yang ditolak untuk berinteraksi dengan masyarakat dalam kehidupannya.
Hampir semua tindakan manusia yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari dengan manusia lain maupun lingkungan dapat menghasilkan suatu kebudayaan. Tindakan yang telah mereka lakukan tersebut berupa kebudayaan yang dibiasakan dengan cara belajar. Di dalam proses belajar tersebut terdapat tiga proses belajar kebudayaan, yaitu: internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi. Dalam kebudayaan, manusia memiliki empat kedudukan terhadap kebudayaan, antara lain: sebagai penganut suatu kebudayaan, sebagai pembawa suatu kebudayaan, sebagai manipulator suatu kebudayaan, dan sebagai pencipta suatu kebudayaan. Bentuk kepribadian manusia dapat dipengaruhi oleh kebudayaan khusus, tipe-tipe kebudayaan khusus yang memepengaruhi bentuk kepribadian manusia diantaranya:

(1)Kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan, dimana adanya perbedaan daerah tempat tinggal beserta kebudayaannya dapat mengakibatkan kebudayaan yang berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain.

(2)Cara hidup di desa yang berbeda dengan cara hidup di kota, dimana orang-orang yang sudah terbiasa hidup di kota akan mudah menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial dan kebudayaan yang baru sedangkan orang-orang yang terbiasa tinggal di desa cenderung bersifat tertutup untuk menerima perubahan sosial dan kebudayaan yang baru.

(3)Kebudayaan khusus kelas sosial, setiap kelas dalam suatu masyarakat memiliki dan dapat menghasilkan suatu kebudayaan yang dapat membedakan antara kelas yang satu dengan kelas yang lain dalam suatu masyarakat.

(4)Kebudayaan khusus atas dasar agama, dimana dalam suatu agama terdapat berbagai mazhab yang dapat menghasilkan kepribadian yang berbeda kepada setiap umatnya yang dapat membedakan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain.

(5) Kebudayaan berdasar profesi, dimana seseorang yang telah memiliki pekerjaan akan memberi pengaruh yang kuat kepada kepribadian keluarganya untuk membedakan keluarganya dengan keluarga lain.

Pendidikan Multikultural

Sejarah Pendidikan Multikultural
Pendidikan multikultural sejak lama telah berkembang di Eropa dan Amerika Serikat, strateginya adalah pengembangan dari studi interkultural dan multikulturalisme. Dalam perkembangannya studi ini menjadi studi khusus yang pada awalnya bertujuan agar populasi mayoritas dapat bersikap toleran terhadap imigran baru. Pada awalanya juga terdapat tujuan politis, namun seiring dengan perkembangan pendidikan multikultural lama-lama tujuan politis itu hilang dengan sendirinya.
Pendidikan multikultural sekarang sudah berkembang baik teoritis maupun praktek sejak konsep paling awal muncul tahun 1960-an yang pertama kali dikemukakan oleh Banks. Pada saat itu konsepnya lebih pada supermasi kulit putih di AS dan diskriminasi yang dialami oleh kulit hitam. Pendidikan multi kultural yang ada di AS cenderung bersifat antar etnis ataupun antar bangsa. Terdapat empat jenis dan fase perkembangan pendidikan multikultural di Amerika, antara lain :
1. Pendidikan yang bersifat segresi yang memberi hak berbeda diantara kulit putih dan kulit berwarna terutama pada kualitas pendidikan.
2. Pendidikan menurut konsep Salad Bowl, dimana masing-masing kelompok etnis berdiri sendiri, namun mereka hidup bersama tanpa mengganggu etnis lain.
3. Konsep melting pot, dalam konsep ini masing-masing etnis menyadari bahwa ada perbedaan antar sesamanya, sehingga dengan kesadaran tersebut mereka tetap bisa hidup bersama.
4. Pendidikan multikultural melahirkan paedagogik baru serta pandangan baru mengenai praksis pendidikan yang memberikan kesempatan serta penghargaan yang sama terhadap semua peserta didik tanpa membedakan atas dasar perbedaan yang ada.
Sedangkan pendidikan multikultural di Inggris berkembang sejalan dengan datangnya kaum migran yang mendapat perlakuan diskriminatif oleh pemerintah dan kaum mayoritas Inggris, sehingga menimbulkan gerakan berlatar belakang budaya. Sementara perkembangan pendidikan multikultural di Jerman tak jauh beda dengan perkembangan pendidikan multikultural di AS dan Inggris yaitu bersifat antarbudaya etnis yang besar atau antar bangsa.

Pengertian Pendidikan Multikultural

Pendidikan multikultural merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perbedaan dan keberagaman yang memang dibawa sejak lahir tanpa mempermasalahkan perbedaan budaya, gender, bahasa, ataupun agama, kesediaan untuk menerima dan menikmati perbedaan, kemampuan hidup dalam ketidak setujuan yang belum terpecahkan. Jadi konsep multikulturalisme merujuk pada pluralitas kebudayaan dan cara untuk merespon kondisi yang plural tersebut. Dalam konteks kehidupan yang multikultural pemahaman yang berdimensi multikultural harus dihadirkan untuk memperluas wacana pemikiran manusia yang selama ini masih mempertahankan egoisme kebudayaan, agama, maupun kelompok. Sikap saling menerima dan menghargai akan cepat berkembang apabila diberikan kepada generasi muda dalam sistem pendidikan. Melalui pendidikan sikap penghargaan terhadap perbedaan direncanakan dengan baik, dimana para peserta didik dilatih dan disadarkan akan adanya perbedaan-perbedaan diantara dirinya dengan orang lain. Pada praktek pembelajaran dalam pendidikan sering kali tidak berhubungan dengan realitas kehidupan peserta didik ketika menjalani pendidikan dan setelah pendidikan. Di sinilah pendidikan mestinya memiliki metode untuk pembelajaran dengan memperhatikan pola-pola perubahan dan pertumbuhan peserta didik. Saat berlangsungnya proses pembelajaran situasi berubah menjadi semakin cepat. Oleh karena itu tidak ada cara pembelajaran yang lain selain mendorong peserta didik untuk memiliki pengalaman sendirinya akan permasalahan yang sedang dihadapinya. Guru dan lembaga pendidikan hanya menempatkan diri sebagai fasilitator saja, bukanlah seseorang yang dijadikan sebagai gudang ilmu pengetahuan. Jadi seorang guru itu sendiri harus menjadi pribadi yang memiliki pehatian terhadap masa depan generasi dengan penuh tanggung jawab dan mampu menanamkan niai-nilai dari pendidikan multikultural seperti demokrasi, humanisme, keadilan gender, kemampuan berbeda pendapat, dan pluralisme budaya. Namun untuk memenuhi dan merealisasikan perhatian dan tanggung jawabnya seorang guru memerlukan fasilitas bagi kebutuhan intelektualitasnya ataupun kebutuhan moral dan material.


Pendidikan Multikultural di Indonesia
Pendidikan multi kultural di Indonesia lebih bersifat antar etnis yang kecil dalam suatu bangsa. Hal ini sebenarnya dapat menjadi modal yang kuat bagi keberhasilan pelaksanaan pendidikan multikultural. Semangat Sumpah Pemuda dapat menjadi ruh yang kuat untuk mempersatukan warga negara Indonesia yang berbeda budaya. Sebelum era reformasi masyarakat takut untuk berbeda pendapat karena kemerdekaan mengeluarkan pendapat tidak mendapatkan tempat dan kebebasana berpikir juga terbatas. Di dalam konteks perkembangan sistem politik Indonesia saat ini pilihan perpektif pendidikan yang demikian memiliki peluang yang besar dan diperlukan sebagai landasan politik yang kuat. Pendidikan multikultural sangat menekankan pentingnya akomodasi kebudayaan dan masyarakat sub-nasional untuk memelihara den mempertahankan identitas kebudayaan dan masyarakat nasional. Nasikun menyampaikan bahwa ada tiga perspektif multikulturalisme di dalam sistem pendidikan, antara lain :
a. Perspektif cultural assimilation, merupakan suatu model transisi di dalam sistem pendidikan yang menunjukkan proses asimilasi peserta didik dari berbagai kebudayaan ke dalam sutau masyarakat.
b. Perspektif cultural pluralism, merupakan suatu sistem pendidikan yang lebih mementingkan akan pentingnya hak bagi seluruh masyarakat beserta kebudayaannya untuk memelihara dan mempertahankan identitas kebudayaan masing-masing.
c. Perspektif cultural synthesis, merupakan gabungan dari kedua perspektif diatas.
Pilihan perspektif pendidikan sintesis multikultural memiliki rasional yang paling dasar di dalam hakekat tujuan suatu pendidikan multikultural, yang dapat didefinisikan melalui tiga tujuan, yaitu:
 Tujuan attitudinal : menyamai dan mengembangkan sensitivitas kultural, toleransi kultural, penghormatan pada identitas kultural, pengembangan sikap budaya responsif dan keahlian untuk melakukan penolakan dan resolusi konflik.
 Tujuan kognitif : pencapaian kemampuan akademik, pengembangan pengetahuan tentang kemajemukan kebudayaan, kompetensi untuk melakukan analisis dan interpretasi perilaku kultural, dan kemampuan membangun kesadaran kritis tentang kebudayaannya sendiri.
 Tujuan instruksional : mengembangkan kemampuan untuk melakukan koeksi atas efek-efek, stereotipe-stereotipe, peniadaan-peniadaan, dan mis-informasi tentang kelompok etnis dan kultural yang dimuat dalam buku ataupun media pembelajaran, menyediakan strategi-strategi untuk melakukan hidup di dalam kehidupan multikultural, mengembangkan ketrampilan-ketrampilan komunikasi interpersonal.


Implementasi Pendidikan Multikultural
Banks mengemukakan empat pendekatan yang mengintegrasikan materi pendidikan multikultural ke dalam kurikulum maupun pembelajaran di sekolah yang relevan untuk diterapkan di Indonesia, antara lain :
1. Pendekatan kontribusi
Pendekatan ini yang paling sering dilakukan dan paling luas apabila dipakai dalam tahap pertama dari kebangkitan etnis. Pendekatan ini lebih tepat apabila diterapkan di siswa TK SD kelas satu, dua, tiga karena tujuan dari pendekatan ini adalah untuk menanamkan pada siswanya bahwa kehidupan manusia ini antara suatu tempat dengan tempat lainnya sangat beragam. Misalnya: mengenalkan kebudayaan yang dimiliki oleh tiap-tiap daerah hingga negara lain.
2. Pendekatan aditif
Pada tahap ini dilakukan penambahan materi, konsep, tema, perpektif terhadap kurikulum tanpa mengubah struktur, tujuan, dan karakteristik dasarnya. Pendekatan ini lebih tepat apabila diterapkan di siswa SD kelas empat, lima, dan enam, serta SMP karena mereka sudah mulai memahami makna. Misalnya: memutarkan CD tentang kehidupan berbudaya dari daaerah-daerah sampai negara yang berbeda.
3. Pendekatan transformasi
Pendekatan ini mengubah asumsi dasar kurikkulum dan menumbuhkan kompetensi dasar siswa dengan memperhatikan konsep, isu, tema, dan permasalahan dari beberapa perspektif dan sudut pandang etnis. Pendekatan ini lebih tepat apabila diterapkan di sekolah lanjutan karena siswa pada jenjang ini sudah memiliki sudut pandang tentang sesuatu yang ada. Misalnya: siswa dibiasakan untuk berpendapat sesuai dengan jalan pikiran mereka masing-masing.
4. Pendekatan aksi sosial
Pendekatan ini mencakup semua elemen dari pendekatan transformasi, namun menambah komponen yang mempersyaratkan siswa membuat aksi yang berkaitan dengan konsep, isu, atau permasalahan yang dipelajari. Pendekatan ini lebih tepat apabila diterapkan di perguruan tinggi baik untuk kajian dalam kelas atau organisasi kemahasiswaan. Misalnya: mengkaji kebijakan yang dianggap kurang efektif, kurang adil, dan diskriminatif.

Sumber : Seminar Regional Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakrta dengan tema Pendidikan Multikultural sebagai Sarana Membentuk Karakter Bangsa

Masyarakat Tercengkeram Budaya Modern

Suatu fenomena disekitar kita yang tergolong dalam salah satu fenomena perubahan sosial budaya adalah fenomena bergesernya pola konsumsi makanan masyarakat Indonesia yang dulunya menerima makanan yang bersifat tradisional kemudian mereka sekarang ini mulai menggantikan pola konsumsi makanan tradisional tersebut dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang bersifat modern ataupun kebarat-baratan. Sebagai contohnya masyarakat Indonesia yang mulai enggan untuk mengkonsumsi makanan-makanan tradisional yang terbuat dari bahan dasar ketela pohon yang mana bahan dasar tersebut dapat didapat dengan mudah di sekitar pekarangan rumahnya atupun kebun dan mulai menggantikan dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang bersifat modern sebagai contohnya makanan-makanan siap saji atau instan maupun makanan impor yang justru bahan dasar pembuat makanan tersebut susah didapat. Hal tersebut tidak hanya terjadi di perkotaan, melainkan terjadi pula di kawasan pedesaan yang mana mereka walaupun mereka tinggal di desa tetapi mereka dapat memperoleh makanan tersebut secara mudah.

Fenomena tersebut dapat kita analisis dengan paradigma perubahan sosial budaya, yaitu dengan menggunakan teori modernisasi. Yang mana dapat kita lihat sendiri bahwa dalam fenomena tersebut muncul pola-pola hidup masyarakat Indonesia yang mulai meninggalkan pola-pola hidup tradisional mereka dan menggantikan dengan pola-pola hidup modern yaitu cara konsumsi mereka yang mulai menggantikan makanan-makanan yang bersifat tradisional dengan makanan-makanan yang bersifat modern. Kemungkinan besar hal tersebut terjadi atas dorongan pertumbuhan ekonomi pada masyarakat tersebut yang membuat mereka menjadi mampu untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang besifat modern tersebut, selain hal tersebut keyakinan mereka terhadap makanan-makanan siap saji ataupun makanan impor tersebut mengandung gizi yang lebih banyak daripada makanan-makanan yang terbuat dari bahan dasar ketela pohon juga mempengaruhi pola konsumsi mereka tersebut. Sehingga dengan mengkonsumsi makanan yang bersifat modern tersebut hidup mereka akan lebih terjamin dalam pemenuhan kebutuhan hidup yang mereka inginkan, disamping itu mereka juga memanfaatkan apa yang mereka peroleh dari kelebihan makanan-makanan yang bersifat modern tersebut untuk tetap mengkonsumsi makanan-makanan tersebut agar meningkatkan tingkat ekonomi mereka.

Pee Wee Gaskins?

THE STORY SO FAR: Pee Wee Gaskins originally began as a solo project for Guitarist/vocalist/song writter Dochi Sadega on Ihcod Agedas in Mid 2007. After swelling to a full line up, we searched the internet for a new band name that’s catchy, fun, and deadly at the same time. And then we eventually tagged the words ‘serial killer’ to the search engine. we found ‘Donald Pee Wee Gaskins’ and the rest.. as they say.. was history. Pee Wee Gaskins creates a uniquely infectious blend of guitar-mangled, multy layered, melodic rock and catchy synthesizer melodies reminiscent of early the get up kids fused with fall out boy, which cases our effusive pop punk influenced sound. WHY YOU SHOULD KNOW ‘EM: Pee Wee Gaskins consist of 5 lads arising from south jakarta’s screamo/metal scene with heartpumping teenage hormons ready to rock the stage and doing all they can to have fun. Pee Wee Gaskins is here to have a good time, come and join them. YOU’LL LIKE IF YOU LIKE: Hellogoodbye / Motion City Soundtrack / The Get Up Kids “we’re just five mildly attractive dudes who enjoy everything about being in a band” -Sansan, Pee Wee Gaskins.

visit >> http://www.myspace.com/peeweegaskinsrawks

  • Kalender

    • Oktober 2017
      S S R K J S M
      « Jan    
       1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      3031  
  • Cari