Minimnya Pengetahuan Masyarakat Tentang Keberadaan Ilmu Sosiologi

Secara kebahasaan nama sosiologi berasal dari kata socious, yang artinya kawan dan logos, yang artinya ilmu. Apabila dua kata tersebut digabungkan maka menjadi kata sosiologi (dalam bahasa Indonesia) yang memiliki arti ilmu tentang kawan. Dalam hal ini, kawan memiliki arti yang luas, tidak seperti dalam pengertian sehari-hari yang menunjukkan orang yang dekat, dan kawan juga biasanya hanya digunakan untuk menunjuk hubungan dianatara dua orang atau lebih yang berusaha atau bekerja bersama. Kawan dalam pengertian sosiologi ini merupakan hubungan antar-manusia, baik secara individu maupun kelompok, yang meliputi seluruh macam hubungan, baik yang mendekatkan maupun yang menjauhkan, baik yang menuju kerpada bentuk kerjasama maupun yang menuju pada konflik atau permusuhan. Sehingga sosiologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang hubungan antar-manusia yang terjadi di dalam masyarakat.
Di era modern ini juga masih ada juga masyarakat yang tidak mengetahui apa itu ilmu sosiologi. Minimnya pengetahuan orang tentang ilmu sosiologi tersebut membuat banyak orang salah persepsi tentang sosiologi. Sering kali sosiologi dianggap sama dengan psikologi, sosiologi dianggap identik dengan ilmu antropologi karena antara sosiologi dengan antropologi objek kajiannya sama yaitu mempelajari tentang masyarakat tetapi masih ada perbedaan di antara dua ilmu tersebut yaitu ilmu antropologi mempelajari masyarakat yang disertai kebudayaannya, dan masih banyak lagi persepsi masyarakat awam yang belum benar lainnya. Bahkan tidak jarang, siswa-siswa sekolah juga memiliki pemahaman yang sama dengan pandangan masyarakat awam tersebut. Menurut para siswa sosiologi dianggap sebagai ilmu yang tidak penting, apalagi sosiologi termasuk dalam lingkup ilmu sosial, yang mana ilmu sosial itu sendiri bukanlah jurusan favorit yang diminati oleh para siswanya dan lebih memilih jurusan ilmu alam baik sekolah yang terletak di desa maupun di kota. Beberapa kasus ditemukan bahwa pelajaran sosiologi dianggap sebelah mata, dimana pelajaran sosiologi hanya sebagai pelajaran pelengkap ketika siswa mulai jenuh setelah belajar ilmu-ilmu eksakta. Untuk itu sebagai seorang guru sosiologi dituntut kepiawaiannya untuk menarik perhatian dan simpati siswanya dengan menampilkan pembelajaran sosiologi yang menarik dan menyenangkan. Bukan merupakan hal yang mudah bagi seorang guru untuk menyajikan desain pembelajaran sosiologi yang mudah dan menyenangkan siswanya. Karena di sekolah pastilah seorang guru akan menghadapi siswa yang banyak jumlahnya dan memiliki karakter yang berbeda-beda pula. Salah satu solusi untuk pembelajaran sosiologi agar lebih menarik dan menyenangkan siswanya adalah praktek lapangan, dimana seorang guru membawa siswanya ke dalam masyarakat untuk melaksanakan suatu penelitian tentang kajian ilmu sosiologi. Belajar sosiologi akan menjadi semakin menarik dan menyenangkan serta tidak membosankan apabila siswa diberi kebebasan dan keleluasaan dalam melaksanakan penelitian ilmiah ketika mereka berada pada laboratorium sosiologi yaitu masyarakat. Selain itu juga hal tersebut merupakan salah satu cara sosialisasi kepada masyarakat tentang ilmu sosiologi, sehingga akan memperkuat eksistensi ilmu sosiologi di kancah ilmu pengetahuan.

8 Komentar

  1. Artikel sosiologinya lagi dong! Aku suka sosiologi dulu pernah mempelajari waktu SMA, menurutku sosiologi itui asyik dan menarik. Apa sih jurusan kuliah Anda? Terima kasih jendelakatatiti.wordpress.com

    • iya terimakasih ya atas komentarnya,, kalau ada waktu saya tambah lg deh artikel ttg sosiologinya,,
      tugas kuliah gt gpp jg kn
      hehe

  2. mari kita tingkatkan pengetahuan sosiologi bagi masyarakt karena kita sebagai calon guru sosiologi

    • mari rencanakan sistem pembelajaran yang menarik bagi peserta didik agar tidak memandang sebelah mata pelajaran sosiologi itu

  3. Banyak factor yang menyebabkan sosiologi tidak begitu terkenal diamsyarakat etrutama diindonesia selain karena tingkat pendidikan yang kurang juga karena tingkat sosialisasi dari pihak yang terkait dengan sosiologi sangat kurang, tidak adanya penjelasan mengenai apa itu sosiologi seperti apa dan bagaimana wujudnya tidak langsung mengena kepada amsyarakat Indonesia, jadi mereka hanya sebatas mengetahui tanpa menegrti apa itu sosiologi?

    • pemahaman secara lebih lanjut tentang ilmu sosiologi memang perlu demi eksistensi ilmu sosiologi sebagai suatu ilmu, sebenarnya pemahaman ilmu tersebut sudah kita pahami tetapi kita tidak menyadari bahwa kita sedang belajar ilmu sosiologi

  4. udah sekaranmg udah tugas manusia sosiologi mengembangkan ilmunya jgan menyalahkan apa yg teklah ada tp imemeperbaikaki jika ada kesalahan

    • perbaikan terhadap kesalahan adalah hal yang diinginkan, dengan kesalahan tersebut kita mendapatkan suatu pelajaran dan takkan mengulangi hal tersebut, sehingga menciptakan solusi-solusi baru untuk meningkatkan eksistensi ilmu sosiologi


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s