Manusia dan Kebudayaan

Kebudayaan adalah hasil cipta dari manusia yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat isti adat, dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan dalam kehidupan manusia sebagai anggota masyarakat yang diwariskan dari nenek moyang ke keturunan berikutnya secara turun-temurun serta tidak akan pernah hilang dan berhenti atau kekal adanya. Kebudayaan memeiliki sifat yang universal, stabil, dan dinamis, sehingga dari sifatnya tersebut kebudayaan akan mengalami perubahan secara kontinu. Adanya suatu kebudayaan dapat dipengaruhi oleh teknologi informasi dan komunikasi yang makin lama makin berkembang, dimana apabila ada orang yang tidak mampu untuk beradaptasi dengan kebudayaan baru terutama kebudayaan asing yang berasal dari negara-negara barat dapat mengakibatkan perilaku yang cenderung kebarat-baratan atau wujud dari adanya westernisasi. Sebagai buktinya dapat kita jumpai sekarang ini remaja-remaja keluar masuk diskotik, keluar masuk tempat hiburan malam, penyalahgunaan narkoba, pelacuran, dan lain-lain. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa akibat dari ketidakmampuan manusia untuk beradaptasi dengan kebudayaan baru terutama kebudayaan asing tersebut adalah akulturasi yang menghasilkan suatu kebudayaan yang bersifat negatif dan dapat merusak jiwa dan mental masyarakat terutama kaum muda yang cenderung belum memiliki keyakinan dan mudah terpengeruh. Unsur pokok dalam kebudayaan adalah peralatan dan perlengkapan hidup manusia, mata pencaharian hidup manusia, sistem kemasyarakatan suatu masyarakat, bahasa yang dipakai untuk berkomunikasi, kesenian yang dimiliki oleh suatu daerah, agama yang dianut oleh masyarakat, dan pengetahuan yang dimiliki manusia. Disamping itu kebudayaan juga memiliki sifat hakikat kebudayaan, sifat hakikat kebudayaan tersebut yakni kebudayaan terwujud lewat perilaku yang dilakukan oleh manusia, kebudayaan telah ada sebelum adanya generasi yang akan diwarisi dan melestarikan kebudayaan dari generasi sebelumnya tersebut serta kebudayaan tersebut tidak akan mati, kebudayaan diperlukan oleh manusia yang telah diwujudkan dalam tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan mencakup aturan tindakan manusia baik yang diterima maupun yang ditolak untuk berinteraksi dengan masyarakat dalam kehidupannya.
Hampir semua tindakan manusia yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari dengan manusia lain maupun lingkungan dapat menghasilkan suatu kebudayaan. Tindakan yang telah mereka lakukan tersebut berupa kebudayaan yang dibiasakan dengan cara belajar. Di dalam proses belajar tersebut terdapat tiga proses belajar kebudayaan, yaitu: internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi. Dalam kebudayaan, manusia memiliki empat kedudukan terhadap kebudayaan, antara lain: sebagai penganut suatu kebudayaan, sebagai pembawa suatu kebudayaan, sebagai manipulator suatu kebudayaan, dan sebagai pencipta suatu kebudayaan. Bentuk kepribadian manusia dapat dipengaruhi oleh kebudayaan khusus, tipe-tipe kebudayaan khusus yang memepengaruhi bentuk kepribadian manusia diantaranya:

(1)Kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan, dimana adanya perbedaan daerah tempat tinggal beserta kebudayaannya dapat mengakibatkan kebudayaan yang berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain.

(2)Cara hidup di desa yang berbeda dengan cara hidup di kota, dimana orang-orang yang sudah terbiasa hidup di kota akan mudah menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial dan kebudayaan yang baru sedangkan orang-orang yang terbiasa tinggal di desa cenderung bersifat tertutup untuk menerima perubahan sosial dan kebudayaan yang baru.

(3)Kebudayaan khusus kelas sosial, setiap kelas dalam suatu masyarakat memiliki dan dapat menghasilkan suatu kebudayaan yang dapat membedakan antara kelas yang satu dengan kelas yang lain dalam suatu masyarakat.

(4)Kebudayaan khusus atas dasar agama, dimana dalam suatu agama terdapat berbagai mazhab yang dapat menghasilkan kepribadian yang berbeda kepada setiap umatnya yang dapat membedakan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain.

(5) Kebudayaan berdasar profesi, dimana seseorang yang telah memiliki pekerjaan akan memberi pengaruh yang kuat kepada kepribadian keluarganya untuk membedakan keluarganya dengan keluarga lain.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s