Sebuah cerita dibalik “Berdiri Terinjak”

Mengacungkan jari tengah sudah seperti ritual wajib menonton Pee Wee Gaskins kemanapun kita main. Baik yang suka maupun yang (mengaku)anti. Seperti juga ketika manggung di Kuala Lumpur, gw sengaja mengajak penonton untuk mengacungkan jari tengah ketika menyanyikan lagu “Berdiri Terinjak”. Apa yang ada dibalik lagu ini? Andre Opa, Editor in Chief majalah Trax yang ikut pada perjalanan kita itu, menyambangi kamar gw, dan kemudian banyak rahasia terungkap dari obrolan yang awalnya cuma sekedar ngalor ngidul.

apa istimewanya “Berdiri Terinjak?”
Sebelum adanya mereka yang menamakan anti PWG, kita emang udah dari awal punya ritual mengacungkan jari tengah di lagu ini. Ini semacam ungkapan perasaan. Kita dari dulu merasa terkucilkan, tapi kita tetep aja cuek main. Dulu kita kan mainnya di acara metal screamo yang waktu itu lagi menjamur. Dulu kan jarang ada band sealiran PWG, yang ada aliran teriak-teriak semua. Dulu gw inget banget pernah main di Colours Cafe, Thamrin, pas baru awal-awalnya PWG. Disitu yang nonton ada temen-temen dari lingkungan band gw sebelumnya (band emo The Side Project). Lantas banyak yang memandang gw gak enak kayak the-“ngapain sih anak masih ngeband aja”-look. Dari sana lirik lagu “Berdiri Terinjak” keluar dari kepala gw.
“…biarkan kudisini, semua mata kan memandang rendah, ku akan terus keras bernyanyi..” sejak itu kita putuskan lagu ini semacam mewakili perasaan kita yang bakal terus akan ada yang gak suka, tapi kita tetap akan terus bernyanyi keras.

setelah menjadi terkenal, selanjutnya apa?
Lucunya kita belum pernah merasa welcome main di gigs. Karena kita tau dibelakang pasti akan ada omongan yang gak enak setiap kita manggung. Orang-orang teris bilang kita lupa sama gigs kecil kaya kacang lupa sama kulit. Padahal kita sendiri selalu merasa kecil di filosofi kacang tersebut. It’s like… kita dulu pengen banget keluar dari kepenatan karena gak dihargain di komunitas, tapi begitu kita bisa “nyebrang”, banyak komunitas yang mengklaim kita jadi penghianat karena gak mau main di gigs kecil. Padahal itu sama sekali gak bener. Kita masih PWG yang dulu, kita siap main di gigs manapun.

Bagaimana dengan yang anti-anti itu?
Menurut gw berhadapan dengan mereka itu punya pesan tersendiri, kita jadi punya sesuatu yang bisa kita tawarkan yaitu main musik yang kita suka, bukan musik yang orang lain minta kita mainin. Menghadapi yang “anti” semacam sebuah doping yang mendorong kita untuk jalan terus.. terus.. dan terus. Mereka menstimulasi PWG untuk maju, makanya kita gak pernah merasa grogi ketemu mereka, walau diteriakin sekalipun.

Jadi semacam sikap negatif dari yang anti menjadi semangat positif buat kalian?
Betul. Dan kita beruntung ketemu orang-orang yang frontal yang secara blak-blakan ngasih tau kekurangan kita. Jadi menghemat waktu untuk kita membahas dalam forum internal. Kita jadi tau apa yang mesti dibenahi. Dari awal kita juga pernah berhadapan dengan media. Mungkin karena attitude dan statement kita yang kurang berkenan (being young and reckless, and be as punk as f*ck ngelakuin apa aja yang kita mau).

Ini yang membuat kalian terlihat santai dengan cacian?
But that’s just who we were. We’re just kids growing up and learning things the hard way. Saat paling berkesan buat gw bukan saat di atas panggung, tapi justru bagaimana bertahan menuju ke panggung-panggung selanjutnya, meeting new people, belajar banyak dari mereka yang lebih dulu ngerasain manis pahitnya sebuah band punk rock yang influenting youth. Setidaknya kita bisa ngasih contoh positif kalau menuju kesenangan itu gak segampang bersenang-senang itu sendiri. You jump higher, you fall harder. And then you learn, and jump again, and this time you’re stronger.

Ini menjadi semacam sebuah beban?
Iya juga, tapi walau ini akhirnya menjadi beban, once we decided to make good examples, kita jadi terbebani tanggung jawab untuk tidak reckless lagi.

waooooo!!

Perjalanan ROCKET ROCKERS

The Story So far…

1998 (Soeharto lengser, sebuah band pop punk lahir di Bandung)

Immorality President adalah band yang terbentuk menjadi cikal bakal Rocket Rockers. Firman (vocal/guitar), Aska (vocal/guitar), Bisma (bass), Doni (drums) adalah formasi awal Immorality President saat itu.

1999 (and the name is ROCKET ROCKERS!)

Firman (vocal/guitar) keluar dari Immorality President karena satu dan lain hal. Akhirnya mereka merkrut Al a.k.a Ucay untuk gabung di Immorality President. Namun nama band itu tidak berlangsung lama, sampai akhirnya Ucay mengusulkan nama Rocket Rockers sebagai penggantinya. Panggung pertama Rocket Rockers adalah di acara 17 Agustusan di lapangan komplek dekat Bisma tinggal. Rocket Rockers tampil di depan bapa-bapa, ibu-ibu dan warga sekitar yang duduk resmi namun Rocket Rockers tetap tampil ugal-ugalan dengan membawakan lagu-lagu berlirik tidak senonoh.

2000 (1st Compilation)

Untuk pertamakalinya Rocket Rockers masuk dalamsebuah kompilasi dari bonus CD majalah Fallen Angel bersama Poison The Well, Strung Out, Not Available, Step Forward dll. Di tahun 2000 ini, Rocket Rockers mulai sering main di pensi-pensi SMA dan acara-acara kolektif.

2001 (Punk Rock Show and Skateboarding events)

Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka konser Skin Of Tears (band punk asal Jerman) di teater terbuka Dago Tea House bersama Kuro!, Stadium 12 dan No Label. Di tahun yang sama pula Rocket Rockers medapat kontrak endorsement dengan Volcom dan Electric Sun Glasses. Sampai akhirnya Rocket Rockers kerapkali main di event skateboarding.

2002 (1st Album….BOOM!)

Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka di konser Last Show Ever-nya Puppen (band hardcore legendaries asal Bandung). Di tahun yang sama juga Rocket Rockers mengeluarkan album perdana-nya “Soundtrack For Your Life” di bawah naungan OffTheRecords. Album tersebutmencapai penjualan 15.000 copies lebih. Sampai suatu saat, single lagu “Finishkan” menjadi No.1 beberapa minggu di chart indie Radio Prambors.Berbagai media massa cetakpun memprediksikan Rocket Rockers menjadi “The Next Big Thing” (Hard Act To Follow Next Year) bersama Superman Is Dead, The White Stripes, The Hives dan The Vines –Majalah HAI No.45 11 Nov 2002-. Juga beberapa media massa seperti Boardriders, Ripple Magazine, Pause Magazine, Gadis, Kawanku, Pikiran Rakyat, dll mulai banyak mengulas Rocket Rockers. Untuk video clip, Rocket Rockers memilih single “Tergila” garapan Cerrahati dan sudah tayang di MTV. Pensi-pensi sampai acara independent-pun banyak mengundang Rocket Rockers untuk menjadi bagian dari acara. Sampai akhirnya gaung Rocket Rockers mulai merambah ke luar kota dan pulau. Sebutlah Jakarta, Bekasi, Subang, Pandeglang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, sudah dilalui dan undangan dari Medan, Bali, Balikpapan, Ujung Pandang, Singapore, Malaysia terus meramaikan e-mail dan guestbook. Melihat demand yang semakin membesar terhadap Rocket Rockers, membuat mereka harus menjalankan band dengan professional.

2003 (Menembus layar lebar)

Di tahun ini juga Rocket Rockers sempat menjadi cameo dan pengisi scoring di film “Cinta 24 Karat” karya Richard Buntario. Di tahun yang sama, Doni (drummer) keluar dari Rocket Rockers dan digantikan oleh Ozom.

2004 (Major Label, Kontroversi & Struggle)

Di awal tahun ini Rocket Rockers di kontrak oleh Sony Music dan melahirkan album ke 2 “Ras Bebas” di tahun 2004. Album tersebut laris 20.000 copies dibulan pertama edar. Rocket Rockers di tahun 2004 telah membuat 3 video klip yang tayang di MTV, diataranya: “Bangkit”, “K.L.A.S.S.I.X” dan “Pesta”. Seperti biasa band indie yang memiliki grass root kuat lalu masuk major label akan menemui kontra-kontra dari core fans. Testimonial di website pun cukup memanas. Dan suatu saat ketika Rocket Rockers interview di sebuah radio di Makassar dan menyebutkan bahwa Rocket Rockers masuk Sony Music, keesokan harinya aksi panggung Rocket Rockers di sebuah pensi dihujani oleh ludah yang bertubi-tubi dari penonton. Penontonm terus meludahi dari lagu pertama sampai terakhir, namun Rocket Rockers tetap tegar main sampai lagu terakhir walaupun Ucay (vokal) badan dan muka-nya sudah dipenuhi oleh ludah. Seiring waktu dan kedewasaan scene, wacana indie-major mulai memudar, panggung Rocket Rockers pun berangsur aman di berbagai kota.

2006 (Masuk dalam film sejarah punk sedunia: PUNK’S NOT DEAD)

Rocket Rockers tahun ini berhasil membuat sejarah baru sebagai satu-satunya band Indonesia yang masuk ke dalam sebuah film dokumenter punk se-dunia “PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE: A Revolution 30 Years In the Making”. Film yang disutradarai oleh Susan Dynner tersebut menelusuri perkembangan dan eksistensi punk rockn selama 30 tahun. Susan Dynner dalam film tersebut mencoba untuk menggambarkann betapa besarnya kultur punk di dunia. Ide awalnya ketika Susan menonton sebuah acara reuni akbar band-band punk tua sampai yang muda dengan sponsor LEVI’S. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE. Film tersebut menuai pujian dari festival seperti The Copenhagen International Documentary Film Festival, Melbourne International Film Festival, Buenos Aires Film Festival, San Francisco International Film Fastival hingga Cannes Film Festival. Band-band dan artis yang terlibat didalamnya: NOFX, Sex Pistols, Minor Threat, Black Flag, The Ramones, Dead Kennedys, Rancid, Greenday hingga band-band masa kini seperti My Chemical Romance, The Used, Thrice, SUM 41, Good Charlotte, Story Of The Year, dll. Juga interview beberapa tokoh penting punk lainnya. Rocket Rockers menjadi bagian dari rentetan band tersebut, adalah sesuatu yang sangat membanggakan.

Di pertengahan 2006 Rocket Rockers masuk studio lagi untuk merampungkan album ke 3 “Better Season”. Tanpa di duga selesai rekaman, di akhir tahun 2006, 13 lagu Rocket Rockers menyebar hand to hand, hardisk to hardisk diluar kuasa Rocket Rockers. Lagu yang menyebar masih hasil mixing dan belum di mastering. Entah siapa yang menyebarkannya. Alhasil, materi lagu Rocket Rockers sudah menyebar ke pelosok nusantara. Hal tersebut terbukti saat manggung di berbagai daerah, semua sudah sing along. Request di internetpun membludak.

2007 (Resign from Sony/BMG)

Rocket Rockers di tahun ini mendapat endorsement dari produk sepatu yang dikelola olehTom Delonge (Blink182/Angel And Airwaves). Disamping itu, setelah menjalinkerjasama dengan Sony Music (yang sekarang menjadi Sony-BMG) selama kuranglebih 3 tahun, Rocket Rockers akhirnya putus kontrak dengan Sony-BMGdikarenakan sudah tidak adalagi kerjasama yang bisa menguntungkan. AkhirnyaRocket Rockers membuat label sendiri yang diberi nama Reach & Rich Records.

2008 (…..a Better Season)

* Di awal tahun 2008, Rocket Rockers berhasil menjadi salah satu band pembuka konser MXPX di Basket Hall A Senayan Jakarta bersama Superman Is Dead dan Fornufan.

* Rocket Rockers terpilih sebagai satu-satunya band rock Indonesia yang memiliki fans paling banyak di friendster yang mencapai 50.000 fans lebih dan alhasil Rocket Rockers di undang ke gathering Friendster oleh David Jones (founder of Friendster) di Grand Indonesia bersama RAN, Ten 2 Five dll.

* Setelah hampir 2 tahun materi album ke 3 yang bocor, lagu yang berjudul “Ingin Hilang Ingatan” menjadi top request di friendster dan radio-radio, bahkan di tv lokal sebelum waktunya keluar.

* Juni 2008, single dari album ke 3 “Better Season” dilepas ke radio-radio dan langsung meduduki posisi 1 di Radio Ardan Bandung dan menjadi top reques di lagu-lagu lainnya. Video clip yang digarap untuk album “Better Season” adalah “Terobsesi” yang dibuat oleh M.Irsan dari:Grafitasi (yang juga kameramen dari Rocket Rockers). Konsep video clipnya adalah lebih ke reality show yang menampilkan artis-artis, musisi dan teman-teman yang memberi testimonia untuk Rocket Rockers. Musisi dan artis yang ikut andil adalah: Ian Antono, Aura Kasih, Ronal Disko, Sogi, Ence, Masayu Anastasia, Melanie Soebono. Piyu Padi, Tri Utami, Purwacaraka, Tria Changcutters, Bayu O.B, Ajeng “Be a man”, Ocha “Weekend Seru” dan beberapa teman juga alien.

* Di tahun 2008 ini juga Rocket Rockers menjadi cover depan majalah RIPPLE, MOSH MAGAZINE, GREY MAGAZINE.

* Akhir juli Rocket Rockers akhirnya mengeluarkan album ke 3-nya yang sudah lama tertunda di bawah naungan label sendiri: Reach & Rich Records. Penjualan awal masih menerapkan direct selling di setiap panggung Rocket Rockers. Bahkan dibeberapa kesempatan, personel Rocket Rockers melakukan penjualan hand to hand yang lumayan mendapat apresiasi bagus. Setelah program direct selling, rencananya penjualan album “Better Season” akan bekerja sama dengan clothing lokal yang membuatkan T-shirt Rocket Rockers untuk dijual bersama CD ke seluruh nusantara.

* Video Clip “Terobsesi” dari album Better Season sudah tayang di MTV.

* Single ke-2 “Ingin Hilang Ingatan” untuk pertama kalinya masuk, dalam jangka waktu beberapa minggu langsung menduduki posisi chart nomer 1 di Ardan Top Request Chart menggeser posisi lagu “Laskar Pelangi” dari Nidji dan band-band dan penyanyi-penyanyi kelas Nasional Indonesia.

* Di tahun 2008 ini, walaupun merilis albumnya dengan records sendiri, Rocket Rockers berhasil mendapat panggung di layar kaca tv local dan nasional. Sebut saja “Dahsyat” RCTI, “Klik” dan “Planet Remaja” ANTV, “On The Spot” Trans7 dan beberapa acara tv lokal.

Bersambung . . .. .


Sedikit Cerita tentang Nasib Seorang Guru

Guru adalah figur seorang pemimpin, guru juga sebagai seorang yang bisa membentuk jiwa dan watak anak didik, sehingga keberadaannya selalu dibanggakan dan dipuji oleh masyarakat. Tugas guru dalam bidang kemanusian di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua bagi para muridnya. Maka tidak mengherankan apabila sosok guru merupakan pribadi-pribadi yang cepat kaki ringan tangan. Ia harus mampu menarik simpati dari muridnya sehingga ia menjadi idola para siswanya. Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Guru harus senantiasa berupaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang sulit diukur, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Pak Handoko adalah seorang guru yang berasal dari daerah pedesaan yang masih tradisional dan di awal kariernya sebagai guru sekolah menengah atas yang terletak masih di daerah dekat dengan rumahnya. Ia termasuk guru yang masih muda, karena sekarang ini dia masih berusia 28 tahun. Dalam kehidupan sehari-harinya dia terkenal sebagai orang yang ramah, santun, dan sopan. Bidang kehidupan keagamaan tidak lepas dari sikapnya dalam kehidupan sehari-hari, bisa dikatakan dia itu adalah orang yang taat pada aturan agama dan selalu menyisikan uangnya untuk diberikan kepada tetangga-tetangganya yang kurang mampu. Pak Handoko ini sudah berkeluarga, dia menikah dikala berumur 26 tahun dan sampai sekarang ini sudah dikaruniai seorang anak perempuan. Istrinya bernama Nani yang usianya terpaut satu tahun dengannya dan anak perempuannya bernama Hani yang masih berumur dua tahun.
Menjadi seorang pengajar memang sudah keinginannya sejak dia lulus sekolah menengah atas, karena dia memiliki pemikiran apabila ia menjadi guru maka selain memberikan ilmu pengetahuan kepada orang lain ia juga akan mendapatkan pahala yang ia yakini bisa membantu di kehidupannya setelah ia meninggal kelak. Atas dasar pemikirannya tersebut membuat ia bersedia untuk mengajar di daerah manapun, hingga sekarang ini ia di dipindahkan dari tempat ia mengajar terdahulu ke suatu sekolah menengah atas di daerah perkotaan. Karena letak sekolah tempat ia mengajar tersebut jauh dari rumahnya, kemudian ia memutuskan untuk pindah ke daerah yang dekat dengan sekolah tempat ia mengajar tersebut. Kepindahannya tersebut tidak hanya dilakukan oleh ia sendiri, melainkan beserta dengan istri dan anak perempuannya. Daerah baru yang mereka tempati tersebut merupakan daerah yang padat penduduk, yang mana terdiri dari masyarakat yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda dan mata pencaharian yang berbeda-beda juga. Hal yang begitu mendapat perhatian di daerah tersebut adalah keberadaan lokalisasi yang terletak tidak jauh dari rumah pak Handoko. Tetapi apa boleh buat, karena lahan di kawasan pekotaan itu sendiri sudah dipenuhi pemukiman penduduk, sehingga keluarga Pak Handoko memutuskan untuk tetap menempati di daerah tersebut walaupun mereka akan terganggu atas keberadaan lokalisasi tersebut.
Aktifitas sebagai guru pun mulai ia jalani, kesehariaanya ia berangkat dari rumah sekitar pukul 06:30 dan pulang ke rumahnya yang baru tersebut sekitar pukul 14:00 dari sekolahnya. Ketika sampai pada hari minggu ia gunakan untuk beristirahat di rumah atau melakukan rekreasi ke suatu daerah untuk menenangkan pikiran bersama keluarganya seperti apa yang dilakukan oleh keluarga yang memiliki pekerjaan sama seperti pekerjaan Pak Handoko. Pada awal kariernya mengajar di sekolah yang baru tersebut perasaan tidak nyaman menyelimuti dirinya karena ia belum mengenal siapapun orang-orang baru yang bekerja di sekolah tersebut. Lama kelamaan rasa tersebut hilang karena pada dasarnya ia memang orang yang mudah bergaul dengan bermodalkan sikap ramahnya tersebut.
Sebagai seorang yang berasal dari daerah pedesaan, ia ingin tau secara detail tentang apa yang ada yang terjadi dan yang ada di daerah perkotaan, bahkan ia tertarik untuk mencoba hal yang belum ia pernah coba di desa. Hingga pada suatu saat Pak Handoko memennuhi rasa keingintahuannya tentang apa yang ada di dalam kawasan lokalisasi yang berada di dekat rumahnya tersebut tanpa sepengetahuan istrinya. Pelan-pelan ia berjalan memasuki kawasan tersebut disertai dengan perasaan takut dan rasa ingin mengurungkan niatnya. Tetapi ia masih saja ia tetap memenuhi keingin tahuannya tentang apa yang ada di dalam kawasan tersebut sejak ia menempati rumah barunya. Begitu masuk di dalam kawasan tersebut ia disambut oleh wanit-wanita yang menjajakan tubuhnya di depan bilik masing-masing. Karena Pak Handoko tidak tahu apa-apa menurut saja ia ketika di tawari untuk mampir ke sebuah bilik oleh wanita yang menempati bilik tersebut. Setelah masuk di dalam bilik tersebut ia hanya melihat ruangan yang terisi dengan tempat tidur dan meja kecil. Kemudian ia di tawari untuk minum segelas air yang dituangkan dari dalam botol oleh wanita tersebut. Langsung saja ia meminum segelas air yang dituangkan dari dalam botol tadi, tanpa di sadari bahwa ia telah meminum minuman yang mengandung alkohol. Akhirnya Pak Handoko mabuk setelah beberapa lama meminum segelas air tersebut. Obrolan demi obrolan ia lakukan dengan wanita itu, hingga akhirnya wanita itu menggoda Pak Handoko agar mau berhubungan suami istri dengannya. Karena sudah dalam keadaan mabuk Pak Handoko tidak tahan dengan godaan wanita tuna susila tersebut dan akhirnya mereka berdua melakukan hubungan suami istri.
Setelah Pak Handoko mengetahui apa yang ada dan terjadi di dalam kawasan lokalisasi tersebut malah membuat ia tertarik untuk mengulangi lagi. Berkali-kali ia melakukan hal tersebut tanpa sepengetahuan istrinya bahkan hingga mengganggu pekerjaannya karena ia sering tidak berangkat ke sekolah untuk menghabiskan waktu bersama wanita-wanita tuna susila di lokalisasi tersebut.
Pada suatu hari di sekolah tempat Pak Handoko bekerja ada laporan dari wali murid sekolah tersebut bahwa anak perempuannya telah diperkosa oleh seorang guru di sekolah tersebut. Wali murid tersebut tidak menerima perbuatan yang dilakukan kepada anaknya tersebut karena setelah kejadian itu anaknya mengalami gangguan mental dan merasa malu untuk pergi ke sekolah. Atas dasar laporan dari wali murid tersebut pihak sekolah meminta kepada pihak yang berwajib untuk menindak secara tegas tersangkanya. Kemudian kasus tersebut diusut sampai menemukan tersangka yang memperkosa gadis tersebut, akhirnya dapat diketahui bahwa tersangka yang memperkosa gadis tersebut adalah Pak Handoko seorang guru yang terkenal dengan sikap ramah dan kesantunannya tersebut. Karena perbuatannya Pak Handoko harus mendekam di penjara dan yang lebih parah lagi adalah jabatannya sebagai pegawai negeri juga ikut di lepas.

Pengaruh Hutan dan Manusia Terhadap Pemanasan Global

Pemanasan global sering kita kenal dengan sebutan Global Warming adalah suatu proses yang ditandai dengan meningkatnya suhu di bumi baik di daratan maupun di lautan yang disebabkan oleh beberapa hal yang ada hubungannya dengan lingkungan. Pemanasan global ini bisa mengakibatkan dampak yang luas dan bagi lingkungan khususnya di Bumi, seperti mencairnya es di kutub yang bisa menyebabkan naiknya permukaan air laut, perluasan daerah gurun pasir yang menyebabkan suhu Bumi semakin panas, peningkatan volume hujan yang menjadi penyebab utama bencana banjir, perubahan iklim yang seiring berjalannya waktu semakin tidak bisa di tebak, punahnya flora dan fauna tertentu yang disertai dengan aktifitas migrasi fauna, dan lain-lain. Sedangkan dampak bagi aktivitas kehidupan masyarakat meliputi gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir, gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, gangguan terhadap permukiman penduduk, penurunan produksi lahan pertanian, peningkatan resiko wabah penyakit yang akan diderita oleh masyarakat, dan masih banyak lagi.

Dalam artikel ini yang lebih akan saya bahas adalah pada eksistensi hutan di Indonesia yang mana semakin lama semakin sempit wilayahnya. Hutan pada umumnya merupakan kawasan yang paling penting untuk di jaga kelestariannya karena hutan adalah pendukung kehidupan di bumi dalam perannya sebagai penjaga lingkungan, produsen oksigen yang di hirup oleh manusia, sebaga tempat hidupnya flora dan fauna, dan lain sebagainya. Namun jika kita lihat fenomena yang ada di negara Indonesia ini para penduduk yang seharusnya menjaga fungsi-fungsi hutan yang mereka miliki tetapi justru mereka tidak menerapkan fungsi-fungsi hutan dan lebih mementingkan ego masing-masing untuk tetap bertahan hidup. Misalnya saja :
1. Pemakaian Tisu sebagai pengganti sapu tangan
Pemakaian tisu dalam kehidupan modern seperti sekarang ini. Kehidupan modern banyak mengubah kebiasaan-kebiasaan yang belum pernah ada kemudian menjadi ada di kemajuan perkembanmgan zaman dan manusia. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah salah satu penyebabnya, dimana kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mempermudah, mempercepat, dan memperingan banyak pekerjaan manusia. Walaupun demikian adanya, masih banyak juga orang yang tidak mau mengakui dan menyadari bahwa pola kehidupan modern sekarang sangat memengaruhi lingkungan terutama kelestarian hutan. Pemakaian tisu di kota-kota besar Indonesia adalah hal yang biasa kita jumpai terlebih-lebih para remaja sekolah dan mulai meninggalkan untuk menggunakan saputangan karena anggapan para remaja bahwa sapu tangan itu hanya digunakan oleh orang tua. Penggunaan tisu tersebut bmungkin telah menjadi ciri budaya kehidupan modern remaja sekarang ini. Hal itu terlihat pada kepraktisan penggunaanya, hampir setiap remaja menggunakan tisu baik itu untuk membersikan hidung dari kotoran terkena flu, mengelap muka dari keringat, aktifitas di kamar mandi, sampai dengan hanya untuk mengelap mulut setelah makan saja memakai tisu. Semua hal tersebut dilakukan dengan sangat sederhana sekali, yaitu ambil, lap lalu dibuang setelah tisu-nya kotor. Apabila masih belum juga merasa bersih, ambil lagi, lap, lalu buang, bahkan berulang-ulang mereka melakukannya.
Sebenarnya budaya tersebut adalah upaya untuk merusak lingkungan karena tisu dibuat dari bubur kertas. Dimana bahan dasar bubur kertas tersebut berasal dari batang pohon akasia yang diproses secara kimia. Untuk membuat tisu, produsen harus membuat perkebunan akasia lalu setelah pohon tersebut besar maka dilakukan penebangan untuk mendapatkan kayunya. Hal tersebut berarti proses penggundulan hutan yang bisa menyebabkan bencana alam, bahkan menyebabkan luas hutan alam semakin menyusut karena digantikan oleh hutan akasia untuk pemenuhan kebutuhan akan tisu.
Hal yang hampir sama dengan hal tersebut adalah pola kunsumsi masyarakat dengan pembungkus yang terbuat dari bahan dasar kertas seperti makanan yang mereka beli di KFC, Mc Donald, serta pakaian yang mereka beli di mall-mall.
2. Pola penebangan pohon yang semabarangan
Demi mengumpulkan kekayaanya dan tuntutan ekonomi yang kian ke depan semakin mendesak, pola pikir yang menggunakan otak yang sehat tidak lagi digunakan oleh manusia demi memenuhi kebutuhannya bahkan mereka tidak memperdulikan lagi hal yang akan terjadi setelah mereka melakukan suatu hal yang bisa merusak alam. Tebang pilih tanam adalah suatu prinsip yang harus dipegang demi kelangsungan hutan dalam menjalankan fungsinya, tetapi pada kenyataan sekarang ini manusia kian serakah saja, yang mana mereka tidak lagi menerapkan tebang pilih tanam demi pemenuhan kebutuhan mereka dan hanya merepapkan Tebang saja. Tebang disini dilakukan seenak mereka sendiri tanpa memikirkan berapakah umur pohon yang sudah layak untuk di tebang dan mereka juga tidak menanam lagi tanaman pengganti setelah pohon tersebut di tebang. Akibatnya adalah proses penggundulan hutan yang terjadi di mana-mana yang bisa menyebabkan bencana alam dan kerusakan lingkungan.
Selain kedua hal yang sudah saya parpakan diatas sebenarnya masih banyak lagi hal yang dapat merusak keberadaan hutan. Dari kedua fenomena diatas yang dibutuhkan untuk kelancaran lestarinya hutan adalah pola pikir manusia yang seharusnya memiliki pola pikir jangka panjang disertai dengan solusi apabila terjadi kegagalan ataupun untuk tetap melestarikan hutan. Di samping itu juga budaya pelabelan seperti apa yang saya paparkan pada kasus yang pertama adalah budaya bodoh yang berkembang di kehidupan generasi muda saat ini karena pada dasarnya antara tisu dengan sapu tangan memiliki fungsi yang sama yaitu untuk membersihkan, dengan keadaan bumi sekarang ini sebaiknya generasi muda meninggalkan budaya tersebut dan lebih memikirkan secara matang apa yang akan mereka pakai demi kelangsungan hutan.

Pentingnya Campur Tangan Pemerintah dalam Transportasi di Indonesia

Transportasi pada kenyataanya merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan pokok yang akan menjamin jalannya kehidupan manusia. Melalui sarana transportasi manusia bisa memenuhi kebutuhan pokoknya yang tidak terdapat di sekitar daerah tempat tinggalnya melainkan hanya terletak jauh dari tempat tinggalnya dan tidak bisa di tempuh dengan berjalan kaki. Sehingga secara tidak langsung transportasi merupakan sarana pengintegrasian penduduk antar wilayah di suatu negara. Sarana transportasi mencakup transportasi yang ada di darat, laut, maupun udara baik pribadi maupun umum sesuai dengan hak kepemilikannya. Di indonesia sendiri ketiga cakupan transportasi boleh dikatakan sangat mendukung karena Indonesia sendiri merupakan negara kepulauan yang antar pulaunya dibatasi oleh lautan. Pada prakteknya di lapangan dapat kita amati bahwa transportasi bisa juga mencerminkan kondisi sosial suatu masyarakat. Pola pergerakan manusia juga merupakan salah satu cerminan kondisi sosial suatu masyarakat. Dalam waktu-waktu tertentu penduduk Indonesia melakukan pergerakan secara bersamaan dengan menggunakan sarana transportasi publik. Salah satu contoh dari kasus tersebut adalah fenomena mudik Lebaran. Fenomena menarik di masyarakat ini bisa kita rasakan setiap tahun menjelang Lebaran. Sebagian masyarakat desa yang bekerja di kota-kota besar akan menjalankan ritual tahunan berupa mudik ke tempat asalnya. Kerinduan terhadap daerah tempat mereka dilahirkan dan dibesarkan, keinginan bersilaturahmi serta berkumpul bersama saudara, serta keinginan untuk menunjukkan keberhasilannya setelah hidup di kota kepada tetangga sekitar tempat tinggalnya di desa menjadi faktor pendorong dan alasan bagi warga masyarakat untuk pulang kampung kelahirannya. Aktivitas kembali ke tanah kalahirannya terutama pada saat hari besar merupakan perhelatan akbar tahunan yang diselenggarakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Bukan hanya masyarakat saja yang harus bekerja keras demi mewujudkan keinginan mereka, tetapi pemerintah juga harus ikut mendukung dalam kegiatan itu dengan menyediakan sarana transportasi publik yang nyaman dan memadai kapasitasnya.

Bila kita amati kondisi sarana dan prasarana transportasi publik di Indonesia masih belum optimal. Hal tersebut terbukti seperti apa yang sudah ada dan berjalan di kehidupan ini. Pada dasarnya terdapat empat aspek yang di jadikan sebagai pedoman dalam melakukan evaluasi terhadap kondisi sarana transportasi, yaitu: aspek keselamatan, aspek keamanan, aspek keterjangkauan, dan aspek kenyamanan.

a. Aspek pertama adalah keselamatan.
Hal ini tidak bisa dielakkan lagi karena musibah adalah suatu hal yang tidak kita harapkan. Harapan para pengguna sarana transportasi publik ini pasti bisa selamat sampai tujuan tanpa ada hambatan apapun.
b. Aspek kedua adalah keamanan.
Masyarakat awam masih menempatkan aspek ini ke dalam dua hal utama ketika melakukan perjalanan jauh. Faktor keamanan sangat memengaruhi keputusan seseorang dalam menentukan jenis kendaraan yang dipilih diantara bus, kereta api, kapal, ataukah pesawat terbang.
c. Aspek ketiga adalah keterjangkauan.
Seseorang memilih sarana transportasinya berdasarkan anggaran keuangan masing-masing individu. Walaupun terdapat pilihan untuk naik bus, kereta api, kapal, ataukah pesawat terbang ketika mereka melakukan perjalanan jarak jauh.
d. Aspek keempat adalah kenyamanan.

Aspek ini memang mendapatkan toleransi dari masyarakat pengguna sarana transportasi umum. Entah itu disebabkan karena memang pada dasarnya masyarakat Indonesia yang menerima apa adanya suasana yang ada ataukah kesadaran pada diri mereka sendiri atas kondisi tersebut.

Perkembangan Ilmu Antropologi

Dalam perkembangan ilmu antropologi melewati beberapa fase perkembangan, perkembangan ilmu tersebut antara lain :
a. Fase yang pertama (Sebelum 1800)
Suku-suku bangsa penduduk pribumi Afrika, Asia, dan Amerika mulai didatangi oleh orang Eropa Barat sejak Abad ke-15 dan permulaan abad ke-16, dan lama-lama pengaruh dari negara-negara Eropa Barat tersebut mempengaruhi berbagai daerah di muka bumi. Seiring dengan perkembangannya mulai terkumpul suatu himpunan buku tentang suku-bangsa di Afrika, Asia, Oseania, dan suku bangsa Indian penduduk pribumi Amerika. Bahan pengetahuan tadi disebut etnografi. Kemudian dalam pandangan orang Eropa timbul tiga macam sikap yang bertentangan dengan bangsa-bangsa di Afrika, Asia, Oseania, dan orang-orang Indian di Amerika, yaitu :
1. Sebagian orang Eropa memandang bangsa-bangsa tersebut manusia liar, turunan iblis dan sebagainya. Sehingga menimbulkan istilah savages dan primitive.
2. Sebagian orang Eropa memendang bangsa-bangsa tersebut masyarakat yang masih murni, belum kemasukan kejahatan dan keburukan.
3. Sebagian bangsa Eropa tertarik akan adat-istiadat yang aneh, dan mulai mengumpulkan benda-benda kebudayaan suku tersebut, sehingga timbul museum-museum tentang kebudayaan banngsa-banngsa diluar Eropa.
Pada abad ke-19 perhatian terhadap etnografi dari pihak dunia ilmiah menjadi besar.

b. Fase kedua (kira-kira pertengahan abad ke-19)
Muncul karangan-karangan yang menyusun bahan etnografi yang berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat. Secara singkat masyarakat dan kebudayaan di luar bangsa Eropa berevolusi sangat lambat dalam waktu yang lama dan melaui beberapa tingkatan. Tingkatan yang paling tinggi adalah bentuk-bentuk seperti apa yang ada di Eropa Barat. Sehingga kebudayaan yang ada di luar Eropa disebut primitif. Hal tersebut menjadi tonggak timbulnya ilmu antropologi. Pada fase bekembangan ini pula ilmu antropologi berupa suatu ilmu yang akademikal dengan tujuan mempelajari masyarakat dengan kebudayaan primitif dengan maksud untuk mendapat pengertian tentang tingkatan-tingkatan kuno dalam sejarah evolusi dan sejarah perkembangan kebudayaan manusia.

c. Fase ketiga (permulaan abad ke-20)
Sebagian besar dari negara-negar penjajah di Eropa berhasil mencapai kemantapan kekuasaannya di daerah-daerah di luar Eropa. Maka dari itu ilmu antropologi sebagai suatu ilmu yang justru mempelajari bangsa-bangsa di daerah di luar Eropa menjadi sangat penting. Dalam fase ini ilmu antropologi menjadi suatu ilmu yang praktis, dan tujuannya tujuannya mempelajari mesyarakat dan kebudayaan suku-suku di luar Eropa guna kepentingan pemerintah kolonial dan guna mendapat suatu pengertian tentang masyarakat masakini yang komplex.

d. Fase keempat (sesudah kira-kira 1930)
Dalam fase ini ilmu antropologi mengalami perkembangan yang sangat luas, baik mengenai bertambahnya bahan pengetahuan yang jauh diteliti maupun ketajaman metode-metode ilmiahnya. Ada dua peubahan di dunia, antara lain :
1. Timbulnya antipati terhadap kolonialisme setelah perangdunia kedua.
2. Cepat hilangnya bangsa primitif sekitar tahun 1930 dan memang hampir tidak ada di muka bumi.
Sasaran dari penelitian para ahli antropologi sekitar tahun 1930 sudah tidak lagi hanya suku bangsa primitif yang tinggal di luar benua Eropa saja, melainkan sudah beralih pada manusia di daerah pedesaan pada umumnnya. Tujuan ilmu antropologi yang baru dibagi menjadi dua :
1. Tujuan akademikal, yaitu mencapai pengertiaan tentang makhluk manusia pada umumnya.
2. Tujuan paktis, yaitu mempelajari manusia dalam aneka warna masyarakat suku bangsa guna membangun suku bangsa masyarakat tersebut.

  • Kalender

    • Desember 2016
      S S R K J S M
      « Jan    
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Cari